Senin 20 Juli 2026 Pendidikan Agama Islam Kelas 6

 MATERI AJAR

Membaca Q.S. Ad-Dhūḥā dengan Baik dan Benar

Disusun berdasarkan CP PAI dan Budi Pekerti Tahun 2026 Nomor 020 dengan Pendekatan Kurikulum Deep Learning

 

Identitas Pembelajaran

Nama Guru     : Abdul Manaf, S.Pd.I

Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Islam

Hari/Tanggal  : Senin, 20 Mei 2026

Kelas   : VI (Enam)

Materi Utama : Membaca Q.S. Ad-Dhūḥā

Fase / Elemen : C / Al-Qur'an Hadis

Alokasi Waktu            : 2 × 35 menit

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu membaca Q.S. Ad-Dhūḥā dengan tartil, mengidentifikasi hukum bacaan tafkhīm dan tarqīq yang terdapat di dalamnya, serta menunjukkan sikap cinta dan semangat mempelajari Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Uraian Materi Ajar

A. Mengenal Q.S. Ad-Dhūḥā

Q.S. Ad-Dhūḥā adalah surah ke-93 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 11 ayat dan termasuk surah Makkiyah, yaitu surah yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah. Kata “Ad-Dhūḥā” berarti “waktu duha”, yaitu waktu ketika matahari mulai naik di pagi hari.

B. Teks dan Terjemahan Q.S. Ad-Dhūḥā

Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil (perlahan, jelas, dan sesuai kaidah tajwid):

Ayat

Bacaan (Arab)

Arti

1

وَالضُّحَىٰ

Demi waktu duha,

2

وَالَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ

dan demi malam apabila telah sunyi,

3

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Tuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak (pula) membencimu,

4

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ

dan sesungguhnya yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan,

5

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas,

6

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَآوَىٰ

bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu,

7

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,

8

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ

dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan,

9

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang,

10

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya),

11

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

 

C. Kisah di Balik Turunnya Q.S. Ad-Dhūḥā

Ada suatu masa ketika wahyu (Al-Qur'an) tidak turun kepada Nabi Muhammad saw. untuk beberapa waktu. Orang-orang yang tidak menyukai dakwah beliau kemudian mengejek dan mengatakan bahwa Allah Swt. telah meninggalkan dan membenci beliau.

Mendengar ejekan tersebut, Nabi Muhammad saw. tentu merasa sedih. Namun, Allah Swt. kemudian menurunkan Q.S. Ad-Dhūḥā untuk menghibur dan meyakinkan beliau bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, dan bahwa kehidupan yang akan datang (akhirat) jauh lebih baik daripada kesulitan yang sedang dihadapi.

Pelajaran bagi kita: setiap kesulitan yang kita alami pasti akan diikuti dengan kemudahan, selama kita tetap bersabar, berdoa, dan berusaha.

 

D. Belajar Membaca dengan Tartil

Tartil artinya membaca Al-Qur'an secara perlahan, jelas, dan sesuai kaidah tajwid. Salah satu kaidah tajwid yang perlu diperhatikan dalam Q.S. Ad-Dhūḥā adalah hukum bacaan tafkhīm dan tarqīq.

·         Tafkhīm  artinya membaca huruf dengan suara tebal. Contohnya pada kata رَبُّكَ dan تَرْضَىٰ, huruf ر (ra') dibaca tebal karena berharakat fathah.

·         Tarqīq  artinya membaca huruf dengan suara tipis. Huruf ر (ra') dibaca tipis apabila berharakat kasrah.

Video Pembelajaran membaca Qs Ad Duha

Cobalah membaca ayat-ayat Q.S. Ad-Dhūḥā secara berulang bersama guru atau teman sekelas sampai lancar dan sesuai kaidah tajwid.

E. Pesan-Pesan Pokok Q.S. Ad-Dhūḥā

Video pembelajaran

·         Allah bersumpah demi waktu duha dan malam yang sunyi.

·         Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman.

·         Kehidupan akhirat lebih baik daripada kehidupan dunia.

·         Allah akan memberikan karunia-Nya hingga hamba-Nya merasa puas.

·         Kita diperintahkan menyayangi anak yatim.

·         Kita dilarang menghardik orang yang meminta-minta.

·         Kita dianjurkan untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah.

F. Hikmah dan Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Semakin yakin bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya yang sabar dan berusaha.

·         Semakin semangat dalam menghadapi kesulitan karena percaya akan datang kemudahan.

·         Membiasakan diri menyayangi anak yatim dan membantu sesama.

·         Membiasakan sikap bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah Swt.

·         Semakin mencintai Al-Qur'an dan rajin membacanya setiap hari.

G. Aktivitas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pembelajaran ini menerapkan tiga pendekatan Deep Learning sebagai berikut:

1. Mindful Learning (Belajar dengan Kesadaran)

Peserta didik mendengarkan bacaan murotal Q.S. Ad-Dhūḥā dengan tenang sambil menyimak artinya, kemudian merenungkan makna setiap ayat yang didengarkan.

2. Meaningful Learning (Belajar Bermakna)

Peserta didik menceritakan pengalaman pribadi saat merasa sedih atau kecewa, lalu menghubungkannya dengan pesan Q.S. Ad-Dhūḥā bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

3. Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)

Peserta didik bermain “tebak tafkhīm-tarqīq”: guru menunjuk sebuah kata dalam Q.S. Ad-Dhūḥā, lalu peserta didik menebak apakah huruf ra' pada kata tersebut dibaca tafkhīm atau tarqīq, dan dilanjutkan dengan lomba membaca ayat secara tartil antarkelompok.

H. Rangkuman

·         Q.S. Ad-Dhūḥā adalah surah ke-93, terdiri atas 11 ayat, dan tergolong surah Makkiyah.

·         Surah ini diturunkan untuk menghibur Nabi Muhammad saw. saat wahyu sempat terhenti.

·         Tafkhīm adalah bacaan tebal, sedangkan tarqīq adalah bacaan tipis.

·         Pesan utama surah ini adalah Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya dan memerintahkan kita menyayangi anak yatim serta bersyukur.

I. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut dalam hati atau tuliskan pada buku catatanmu.

1.      Apakah saya sudah mampu membaca Q.S. Ad-Dhūḥā dengan tartil?

2.      Apakah saya sudah memahami perbedaan tafkhīm dan tarqīq?

3.      Bagaimana perasaan saya setelah mengetahui kisah di balik turunnya surah ini?

4.      Kebiasaan baik apa yang akan saya lakukan setelah mempelajari Q.S. Ad-Dhūḥā?

Komentar