BLOGGER PEMBELAJARAN PAI-BP KELAS VI
IDENTITAS
Nama Guru : Abdul Manaf, S.Pd.I
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Agustus 2026
Fase / Kelas : C / VI
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Materi : Asmaulhusna Al-Gaffār dan Al-'Afūw
Pertemuan Ke : ke-5
Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan selalu semangat dalam belajar.
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita bersyukur kepada Allah Swt. karena masih diberikan kesehatan, kesempatan, dan rezeki sehingga kita dapat belajar bersama pada hari ini. Jangan lupa untuk selalu melaksanakan salat dan berdoa kepada Allah.
Anak-anak, tahukah kalian bahwa Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Maha Pencipta? Allah yang menciptakan kita dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Allah juga Al-Malik, yaitu Allah Maha Memelihara dan Menguasai seluruh makhluk-Nya. Allah menjaga kita dan memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan. Allah juga Ar-Razzaq, yaitu Allah Maha Memberi Rezeki.
Karena Allah telah begitu banyak memberikan kebaikan kepada kita, maka kita harus belajar mengenal sifat-sifat Allah dan berusaha meneladaninya dalam kehidupan.
Hari ini kita akan belajar tentang Asmaulhusna Al-Gaffār dan Al-'Afūw. Ketika kita melakukan kesalahan, Allah mengajarkan kita untuk tidak berputus asa. Kita harus segera menyadari kesalahan, memohon ampun kepada Allah, dan berusaha memperbaiki diri. Begitu pula ketika teman melakukan kesalahan kepada kita, kita belajar untuk memberikan maaf dan tidak menyimpan dendam.
Jadi, anak-anak, pembelajaran hari ini bukan hanya untuk mengetahui arti Asmaulhusna, tetapi juga untuk belajar menjadi anak yang mau meminta maaf, memohon ampun, dan memaafkan orang lain.
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase C, murid mampu menjelaskan dan meyakini beberapa Asmaulhusna serta menunjukkan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian Asmaulhusna dengan benar.
Menjelaskan arti Al-Gaffār sebagai Allah Yang Maha Pengampun.
Menjelaskan arti Al-'Afūw sebagai Allah Yang Maha Pemaaf/Penghapus kesalahan.
Menjelaskan makna Al-Gaffār dan Al-'Afūw dalam kehidupan sehari-hari.
Menyebutkan contoh perilaku yang mencerminkan pengamalan Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Membiasakan diri memohon ampun kepada Allah ketika melakukan kesalahan.
Membiasakan diri meminta maaf ketika berbuat salah kepada orang lain.
Membiasakan diri memaafkan kesalahan orang lain dan tidak menyimpan dendam.
(Mindful) Melalui kegiatan renungan dan pengenalan kebesaran Allah, murid mampu menyadari kesalahan diri, belajar dengan tenang, fokus, dan berusaha memperbaiki diri.
(Meaningful) Melalui contoh dan situasi kehidupan sehari-hari, murid mampu menghubungkan makna Al-Gaffār dan Al-'Afūw dengan pengalaman meminta maaf, memohon ampun, serta memaafkan orang lain.
(Joyful) Melalui permainan kartu situasi, diskusi kelompok, dan kuis, murid mampu belajar dengan antusias serta menunjukkan sikap senang dalam memahami dan mengamalkan Asmaulhusna.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Murid mengamati gambar atau situasi sederhana tentang seseorang yang melakukan kesalahan dan meminta maaf.
Murid menceritakan pengalaman ketika melakukan kesalahan kepada orang tua, guru, atau teman.
Guru mengarahkan murid untuk memahami bahwa manusia dapat melakukan kesalahan dan Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk memohon ampun serta memperbaiki diri.
Murid mengenal Asmaulhusna Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Murid membaca dan memahami arti Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Murid mengidentifikasi perbedaan makna Al-Gaffār dan Al-'Afūw melalui contoh sederhana.
Murid mengamati beberapa contoh perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan kartu situasi, misalnya ketika seorang teman melakukan kesalahan.
Murid menentukan tindakan yang tepat berdasarkan nilai memohon ampun, meminta maaf, dan memaafkan.
Murid mengikuti kuis atau permainan untuk memperkuat pemahaman tentang Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Murid mengerjakan latihan secara individu dari tingkat pemahaman sampai penerapan.
Murid bersama guru menyimpulkan makna Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Murid menyampaikan komitmen sederhana untuk membiasakan diri meminta maaf, memohon ampun kepada Allah, dan memaafkan orang lain.
Model / Metode
Model / Metode : Discovery Learning, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, Studi Kasus, Games, Kuis, dan Penugasan.
Penjabaran Materi
1. Video Pembelajaran
Video dapat dipilih dengan tema Asmaulhusna Al-Gaffār dan Al-'Afūw, memohon ampun kepada Allah, meminta maaf, dan memaafkan sesama.
2. Materi Pembelajaran
A. Mengenal Asmaulhusna
Asmaulhusna berarti nama-nama Allah Swt. yang indah dan baik. Dengan mempelajari Asmaulhusna, kita dapat mengenal kebesaran dan kesempurnaan Allah Swt.
Asmaulhusna bukan hanya untuk dihafalkan. Kita juga harus memahami maknanya dan berusaha menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada pembelajaran kali ini kita akan mengenal dua Asmaulhusna, yaitu Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
B. Al-Gaffār
Al-Gaffār (الْغَفَّارُ) berarti Allah Yang Maha Pengampun.
Allah Swt. memiliki sifat Maha Pengampun. Allah memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk menyadari kesalahan, bertobat, memohon ampun, dan memperbaiki diri.
Ketika kita melakukan kesalahan, kita tidak boleh merasa putus asa dari rahmat Allah. Kita harus segera mengakui kesalahan dan memohon ampun kepada-Nya.
Contohnya:
Ketika lupa melaksanakan kewajiban, kita segera menyadari kesalahan dan memohon ampun kepada Allah.
Ketika berbuat salah kepada orang tua, kita segera meminta maaf.
Ketika menyakiti perasaan teman, kita mengakui kesalahan dan berusaha tidak mengulanginya.
Sikap yang dapat diteladani
Dengan memahami Al-Gaffār, kita belajar:
tidak mengulangi kesalahan;
segera memohon ampun kepada Allah;
berani mengakui kesalahan;
mau meminta maaf;
memperbaiki kesalahan;
tidak berputus asa dari rahmat Allah.
C. Al-'Afūw
Al-'Afūw (الْعَفُوُّ) berarti Allah Yang Maha Pemaaf.
Allah Swt. memiliki sifat Maha Pemaaf. Allah mengajarkan manusia untuk tidak terus-menerus mengingat kesalahan orang lain dan tidak menyimpan dendam.
Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan. Memaafkan berarti kita berusaha melepaskan rasa marah dan dendam serta memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memperbaiki diri.
Contohnya:
Seorang teman tidak sengaja merusakkan pensil milik kita. Setelah teman tersebut meminta maaf dan bertanggung jawab, kita berusaha memaafkannya dan tidak terus mengungkit kesalahan tersebut.
Sikap yang dapat diteladani
Dengan memahami Al-'Afūw, kita belajar:
mudah memaafkan;
tidak menyimpan dendam;
tidak membalas keburukan dengan keburukan;
memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memperbaiki diri;
tetap berbuat baik kepada orang yang telah meminta maaf.
D. Perbedaan Al-Gaffār dan Al-'Afūw
Al-Gaffār menekankan bahwa Allah Swt. Maha Pengampun terhadap dosa dan kesalahan hamba-Nya.
Sedangkan Al-'Afūw menunjukkan bahwa Allah Swt. Maha Pemaaf dan menghapus kesalahan hamba-Nya.
Keduanya mengajarkan kepada kita agar tidak mudah berputus asa ketika melakukan kesalahan dan tidak mudah menyimpan dendam ketika orang lain melakukan kesalahan kepada kita.
E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut beberapa contoh perilaku yang dapat dilakukan:
Ketika kita melakukan kesalahan:
Mengakui kesalahan.
Memohon ampun kepada Allah.
Meminta maaf kepada orang yang disakiti.
Memperbaiki kesalahan.
Berusaha tidak mengulanginya.
Ketika orang lain melakukan kesalahan kepada kita:
Tidak langsung membalas.
Menenangkan diri.
Mendengarkan penjelasan.
Menerima permintaan maaf.
Memaafkan.
Tidak menyimpan dendam.
3. Aktivitas Murid
Aktivitas 1 — Kartu Situasi
Guru membagikan beberapa kartu situasi.
Contoh:
Situasi 1:
Ahmad tidak sengaja menghilangkan penghapus milik Budi. Ahmad kemudian meminta maaf.
Pertanyaan:
Apa yang sebaiknya dilakukan Budi?
Murid mendiskusikan jawabannya.
Aktivitas 2 — Pilih Sikap
Guru membacakan beberapa situasi.
Murid menentukan:
“Sikap yang tepat” atau “Sikap yang perlu diperbaiki.”
Contoh:
“Teman meminta maaf setelah tidak sengaja menyenggol kita, tetapi kita tetap marah dan mengungkit kesalahannya setiap hari.”
Murid menjelaskan mengapa sikap tersebut perlu diperbaiki.
Aktivitas 3 — Komitmen Kebaikan
Murid menuliskan satu komitmen:
“Mulai hari ini saya akan...”
Contoh:
“Mulai hari ini saya akan berusaha meminta maaf jika melakukan kesalahan dan memaafkan teman yang meminta maaf kepada saya.”
Asesmen Formatif
A. Pilihan Ganda
1. Al-Gaffār memiliki arti ...
a. Allah Maha Pencipta
b. Allah Maha Pengampun
c. Allah Maha Pemberi Rezeki
d. Allah Maha Mengetahui
2. Al-'Afūw berarti Allah ...
a. Maha Pemaaf
b. Maha Pencipta
c. Maha Mengetahui
d. Maha Memelihara
3. Ketika melakukan kesalahan kepada teman, sikap yang tepat adalah ...
a. menyalahkan teman
b. berpura-pura tidak tahu
c. meminta maaf dan memperbaiki kesalahan
d. menghindari teman selamanya
4. Rina tidak sengaja merusakkan buku milik Siti. Rina telah meminta maaf. Sikap Siti yang sesuai dengan nilai Al-'Afūw adalah ...
a. membalas kesalahan Rina
b. memaafkan Rina dan tidak menyimpan dendam
c. menyebarkan kesalahan Rina
d. tidak mau berbicara dengan Rina selamanya
5. Perhatikan sikap berikut!
(1) Mengakui kesalahan.
(2) Memohon ampun kepada Allah.
(3) Menyimpan dendam.
(4) Memaafkan teman.
Sikap yang sesuai dengan pengamalan Al-Gaffār dan Al-'Afūw adalah ...
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), dan (4)
c. (1), (3), dan (4)
d. (2), (3), dan (4)
B. Isian Singkat
1. Al-Gaffār berarti Allah Yang Maha ....
2. Al-'Afūw berarti Allah Yang Maha ....
3. Ketika melakukan kesalahan, kita harus segera mengakui kesalahan dan meminta ....
C. Esai
1. Jelaskan perbedaan sederhana antara Al-Gaffār dan Al-'Afūw!
2. Kamu memiliki seorang teman yang tidak sengaja melakukan kesalahan kepadamu. Setelah menyadari kesalahannya, ia meminta maaf kepadamu. Apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan alasanmu!
Kunci Jawaban dan Pembahasan
Pilihan Ganda
b. Allah Maha Pengampun
Al-Gaffār berarti Allah Yang Maha Pengampun.a. Maha Pemaaf
Al-'Afūw berarti Allah Yang Maha Pemaaf.c. meminta maaf dan memperbaiki kesalahan
Orang yang melakukan kesalahan hendaknya mengakui kesalahan, meminta maaf, dan berusaha memperbaikinya.b. memaafkan Rina dan tidak menyimpan dendam
Sikap tersebut sesuai dengan keteladanan Al-'Afūw.b. (1), (2), dan (4)
Mengakui kesalahan, memohon ampun, dan memaafkan merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Isian
Pengampun
Pemaaf
Maaf
Esai
1. Al-Gaffār berarti Allah Yang Maha Pengampun, sedangkan Al-'Afūw berarti Allah Yang Maha Pemaaf dan menghapus kesalahan hamba-Nya.
2. Jawaban yang diharapkan adalah memaafkan teman setelah ia meminta maaf, tidak menyimpan dendam, dan tetap menjaga hubungan baik. Hal tersebut mencerminkan keteladanan dari sifat Al-'Afūw.
Kesimpulan
Hari ini kita telah belajar tentang dua Asmaulhusna, yaitu Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Al-Gaffār berarti Allah Yang Maha Pengampun, sedangkan Al-'Afūw berarti Allah Yang Maha Pemaaf.
Sebagai seorang muslim, kita harus menyadari bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Ketika melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya, memohon ampun kepada Allah, meminta maaf kepada orang lain, dan berusaha memperbaiki diri.
Ketika orang lain melakukan kesalahan kepada kita, kita juga harus belajar memaafkan dan tidak menyimpan dendam.
Dengan demikian, mempelajari Asmaulhusna tidak berhenti pada mengetahui artinya, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Kesimpulan / Refleksi
1. Kesimpulan Materi
Murid telah mempelajari arti dan makna Al-Gaffār dan Al-'Afūw serta contoh pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Refleksi Pembelajaran
Setelah pembelajaran hari ini, murid diharapkan semakin menyadari bahwa melakukan kesalahan merupakan sesuatu yang harus diikuti dengan keberanian untuk mengakui kesalahan, memohon ampun, meminta maaf, dan memperbaiki diri.
Murid juga diharapkan mampu memaafkan kesalahan orang lain dan tidak menyimpan dendam.
3. Kendala
Beberapa kemungkinan kendala yang perlu diperhatikan adalah:
Sebagian murid masih kesulitan membedakan makna Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Sebagian murid mungkin masih malu menceritakan pengalaman melakukan kesalahan.
Sebagian murid memerlukan contoh konkret agar dapat memahami penerapan Asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan kecepatan memahami materi perlu diperhatikan selama kegiatan diskusi dan latihan.
4. Tindak Lanjut
Murid yang belum memahami materi diberikan penjelasan ulang dengan contoh yang lebih sederhana dan latihan tambahan.
Murid yang telah memahami materi diberikan kegiatan pengayaan berupa beberapa kasus kehidupan sehari-hari untuk dianalisis berdasarkan nilai Al-Gaffār dan Al-'Afūw.
Guru juga melakukan pembiasaan agar murid:
berani mengakui kesalahan;
membiasakan meminta maaf;
memohon ampun kepada Allah;
mau memaafkan;
tidak menyimpan dendam;
memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.
5. Capaian Murid
Jumlah siswa yang paham : [ ]
Jumlah siswa yang belum paham : [ ]
Persentase ketuntasan : [ ]
Komentar
Posting Komentar