Rabu 21 Oktober 2026 Pendidikan Agama Islam Praktek kelas 6

 

☪ ✦ ۞ ✦ ☪

WUDU DAN SALAT FARDU BERJAMAAH

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Belajar Bersuci, Beribadah, dan Menumbuhkan Ukhuwah Islamiah

BERSIH DIRI • TERTIB BERIBADAH • KOMPAK DALAM KEBAIKAN

🌿 💧 🕌 💙

📋 IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru : Abdul Manaf, S.Pd.I

Satuan Pendidikan : SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/Tanggal : Rabu / 21 Oktober 2026

Fase/Kelas : C / VI (Enam)

Materi : Wudu dan Salat Fardu Berjamaah

Pertemuan ke- : 1

Tahun Pelajaran : 2026/2027

1. APERSEPSI SINGKAT

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak saleh dan salehah, sebelum melaksanakan salat, kita harus memastikan bahwa tubuh, pakaian, dan tempat salat dalam keadaan suci. Salah satu cara menyucikan diri dari hadas kecil adalah dengan berwudu.

Salat juga dapat dilaksanakan secara berjamaah bersama imam dan makmum. Selain mendapatkan keutamaan ibadah, salat berjamaah mengajarkan kita untuk disiplin, tertib, dan menjaga persaudaraan.

💭 Pertanyaan pemantik:
  1. Mengapa kita harus berwudu sebelum salat?
  2. Apa yang terjadi jika seseorang lupa membasuh salah satu anggota wudu yang wajib?
  3. Siapa yang disebut imam dan siapa yang disebut makmum?
  4. Mengapa kita harus mengikuti gerakan imam ketika salat berjamaah?

2. CAPAIAN DAN TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami ketentuan bersuci dan pelaksanaan salat, serta membiasakan perilaku disiplin, tertib, bersih, dan bertanggung jawab dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Catatan guru: rumusan ini merupakan rumusan operasional untuk materi. Sesuaikan dengan dokumen CP resmi yang digunakan satuan pendidikan.

B. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian, tujuan, dan ketentuan dasar wudu.
  2. Menyebutkan rukun, sunah, dan hal-hal yang membatalkan wudu.
  3. Mempraktikkan tata cara wudu secara benar dan tertib.
  4. Menjelaskan pengertian dan ketentuan dasar salat fardu berjamaah.
  5. Mengidentifikasi tugas imam dan makmum serta aturan mengikuti imam.
  6. Mempraktikkan salat berjamaah dengan tertib dan menunjukkan sikap disiplin serta kerja sama.

C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenali pengertian bersuci dan fungsi wudu.
  2. Peserta didik mempelajari rukun, sunah, dan pembatal wudu.
  3. Peserta didik mengurutkan serta mempraktikkan gerakan wudu.
  4. Peserta didik memahami pengertian salat fardu berjamaah dan keutamaannya.
  5. Peserta didik membedakan imam, makmum, dan makmum masbuk.
  6. Peserta didik mempraktikkan salat berjamaah dan mengevaluasi ketertiban ibadahnya.

D. Model dan Metode Pembelajaran

  • Model: Demonstrasi dan pembelajaran berbasis praktik.
  • Metode: Tanya jawab, penjelasan singkat, demonstrasi, latihan berpasangan, dan refleksi.
  • Mindful: Siswa menyadari pentingnya bersuci dan beribadah dengan sungguh-sungguh.
  • Meaningful: Siswa menghubungkan materi dengan kebiasaan wudu dan salat sehari-hari.
  • Joyful: Siswa belajar melalui permainan urutan gerakan dan praktik kelompok.

3. PEMBAHASAN MATERI I: WUDU

A. Pengertian Wudu

Wudu adalah cara bersuci dengan menggunakan air suci dan menyucikan pada anggota tubuh tertentu, disertai niat. Wudu dilakukan untuk menghilangkan hadas kecil sebagai salah satu syarat sah salat.

💧 Mengapa kita berwudu?
  • Untuk memenuhi syarat bersuci sebelum salat.
  • Untuk membiasakan diri menjaga kebersihan.
  • Untuk melatih kedisiplinan dan ketaatan kepada Allah Swt.

B. Rukun Wudu

Dalam pembelajaran fikih yang umum digunakan di Indonesia berdasarkan mazhab Syafi'i, rukun wudu ada enam.

1
Niat

Niat berwudu di dalam hati untuk menghilangkan hadas kecil. Niat dilakukan ketika mulai membasuh wajah.

2
Membasuh wajah

Basuh seluruh wajah dari batas tumbuh rambut di dahi sampai dagu dan dari telinga kanan sampai telinga kiri.

3
Membasuh kedua tangan sampai siku

Basuh tangan kanan dan kiri hingga siku. Pastikan air mengenai seluruh bagian yang wajib dibasuh.

4
Mengusap sebagian kepala

Usap sebagian rambut atau kulit kepala dengan air.

5
Membasuh kedua kaki sampai mata kaki

Basuh kaki kanan dan kiri hingga mata kaki. Perhatikan sela-sela jari kaki.

6
Tertib

Lakukan rukun wudu sesuai urutan yang telah ditentukan.

⚠️ Ingat! Berkumur, menghirup air ke hidung, membasuh telinga, dan mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan termasuk sunah wudu dalam pembelajaran fikih mazhab Syafi'i, bukan rukun wudu.

C. Tata Cara Wudu yang Benar

  1. Pastikan air yang digunakan suci dan menyucikan.
  2. Niat wudu di dalam hati ketika mulai membasuh wajah.
  3. Membaca basmalah sebelum memulai wudu.
  4. Mencuci kedua telapak tangan.
  5. Berkumur dan membersihkan hidung dengan air secara wajar.
  6. Membasuh wajah secara merata.
  7. Membasuh tangan kanan dan kiri sampai siku.
  8. Mengusap sebagian kepala.
  9. Mengusap kedua telinga.
  10. Membasuh kaki kanan dan kiri sampai mata kaki.
  11. Melakukan seluruh rukun secara tertib.
  12. Membaca doa setelah wudu jika telah hafal.

Kegiatan membasuh dan mengusap di atas dilakukan dengan memperhatikan rukun wudu. Jumlah basuhan satu kali secara merata sudah mencukupi rukun; mengulang hingga tiga kali merupakan sunah.

D. Doa Setelah Wudu

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Doa ini merupakan bagian dari zikir setelah wudu yang dapat diajarkan kepada siswa.

E. Sunah Wudu

  • Membaca basmalah sebelum berwudu.
  • Mencuci kedua telapak tangan pada awal wudu.
  • Berkumur dan membersihkan hidung.
  • Mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan.
  • Mengulang basuhan sampai tiga kali.
  • Mengusap kedua telinga.
  • Berdoa setelah selesai berwudu.
  • Menggunakan air secukupnya dan tidak boros.

F. Hal-Hal yang Membatalkan Wudu

  1. Keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, seperti buang air kecil, buang air besar, atau kentut.
  2. Hilangnya akal karena pingsan, mabuk, atau sebab lain yang menghilangkan kesadaran.
  3. Tidur yang tidak memungkinkan seseorang mempertahankan posisi duduknya dengan mantap, sesuai rincian ketentuan fikih.
  4. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa penghalang, menurut ketentuan mazhab Syafi'i.
  5. Menyentuh kemaluan manusia dengan bagian dalam telapak tangan atau jari tanpa penghalang, menurut ketentuan fikih mazhab Syafi'i.
Catatan guru: Ada perbedaan pendapat ulama dalam beberapa rincian pembatal wudu. Materi ini mengikuti ketentuan fikih mazhab Syafi'i yang lazim diajarkan di Indonesia.

G. Adab Berwudu

  • Berwudu dengan tenang dan tidak bermain air.
  • Mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan pada bagian yang disunahkan.
  • Tidak memboroskan air.
  • Menjaga kebersihan tempat wudu.
  • Mengantre dan menghormati teman.

4. PEMBAHASAN MATERI II: SALAT FARDU BERJAMAAH

A. Pengertian Salat Fardu Berjamaah

Salat fardu berjamaah adalah salat wajib yang dikerjakan bersama-sama oleh seorang imam dan satu orang atau lebih makmum. Imam memimpin salat, sedangkan makmum mengikuti gerakan imam dengan tertib.

🕌 Salat fardu lima waktu
  • Subuh: 2 rakaat.
  • Zuhur: 4 rakaat.
  • Asar: 4 rakaat.
  • Magrib: 3 rakaat.
  • Isya: 4 rakaat.
Salat berjamaah dapat dilaksanakan di masjid, musala, sekolah, atau tempat lain yang layak dan suci.

B. Hukum dan Keutamaan Salat Berjamaah

Salat berjamaah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum salat berjamaah bagi laki-laki, mulai dari sunah muakkadah hingga wajib dalam keadaan tertentu. Karena itu, siswa dibimbing untuk membiasakan salat berjamaah sesuai tuntunan guru dan keluarga.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dijelaskan bahwa salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.

🤝 Melatih kebersamaan

Kita beribadah bersama dan saling menghormati.

⏰ Melatih disiplin

Kita berusaha datang tepat waktu dan mengikuti imam.

💚 Mempererat persaudaraan

Kita berdiri bersama tanpa membeda-bedakan teman.

🌟 Menambah keutamaan

Salat berjamaah memiliki keutamaan yang besar.

C. Pengertian Imam dan Makmum

Istilah Pengertian
Imam Orang yang memimpin pelaksanaan salat berjamaah.
Makmum Orang yang mengikuti imam dalam salat berjamaah.
Makmum masbuk Makmum yang terlambat mengikuti salat berjamaah sehingga tidak mendapatkan sebagian rakaat bersama imam.

D. Syarat dan Adab Menjadi Imam

  • Memenuhi syarat sah salat dan memahami tata cara salat.
  • Mampu membaca bacaan salat dengan baik.
  • Mengetahui tata cara memimpin salat.
  • Imam laki-laki memimpin jamaah laki-laki atau jamaah campuran sesuai ketentuan fikih yang dipelajari.
  • Memperhatikan keadaan makmum dan tidak memanjangkan salat secara berlebihan.

E. Tata Cara Salat Berjamaah

1
Bersiap dan memastikan kesucian

Pastikan badan, pakaian, dan tempat salat suci. Berwudulah jika berhadas kecil.

2
Merapikan saf

Berdiri dengan tertib, merapatkan dan meluruskan saf, serta tidak mengganggu jamaah lain.

3
Berniat salat

Berniat melaksanakan salat fardu yang dikerjakan. Makmum berniat mengikuti imam sesuai ketentuan salatnya.

4
Mengikuti takbiratul ihram imam

Makmum memulai salat setelah imam memulai takbiratul ihram. Makmum tidak mendahului imam.

5
Mengikuti gerakan imam

Makmum mengikuti gerakan imam dalam rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan gerakan lainnya.

6
Menyelesaikan salat dengan tertib

Ikuti imam sampai salam. Jangan mendahului gerakan imam.

F. Posisi Imam dan Makmum

Jika makmum laki-laki hanya seorang: makmum berdiri di sebelah kanan imam, sesuai tuntunan salat berjamaah.

Jika makmum terdiri atas beberapa laki-laki: makmum berbaris di belakang imam.

Jika terdapat makmum perempuan: dalam susunan jamaah yang umum diajarkan, saf perempuan berada di belakang saf laki-laki.

Jika makmum perempuan hanya seorang dan berjamaah dengan imam laki-laki: makmum berdiri di belakang imam.

G. Adab Makmum

  • Meluruskan dan merapatkan saf.
  • Mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya.
  • Menjaga ketenangan dan kekhusyukan.
  • Tidak bercanda atau berbicara ketika salat.
  • Memperhatikan bacaan dan gerakan salat sesuai tuntunan yang dipelajari.
  • Menjaga kebersihan serta menghormati jamaah lainnya.

H. Bagaimana Jika Terlambat Menjadi Makmum?

Makmum yang terlambat disebut makmum masbuk apabila ia tidak mendapatkan sebagian rakaat bersama imam.

  1. Masuk ke dalam salat dengan takbiratul ihram sambil berdiri jika mampu.
  2. Ikuti posisi imam saat itu, baik berdiri, rukuk, maupun sujud.
  3. Jangan berlari atau membuat keributan untuk mengejar imam.
  4. Setelah imam salam, berdirilah untuk menyempurnakan rakaat yang tertinggal sesuai ketentuan fikih.
Contoh: Rakaat yang didapatkan makmum masbuk ditentukan berdasarkan apakah ia sempat mendapatkan rukuk bersama imam dengan ketentuan yang berlaku. Jika ragu, tanyakan kepada guru agama agar dapat mempelajari tata caranya dengan tepat.

5. KEGIATAN PRAKTIK DAN KOLABORASI

A. Praktik Wudu

Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil. Setiap siswa bergiliran mempraktikkan wudu, sementara teman mengamati menggunakan daftar berikut.

  • □ Niat wudu dilakukan dengan benar.
  • □ Wajah dibasuh secara merata.
  • □ Kedua tangan dibasuh sampai siku.
  • □ Sebagian kepala diusap.
  • □ Kedua kaki dibasuh sampai mata kaki.
  • □ Rukun dilakukan secara tertib.
  • □ Air digunakan secara hemat.

B. Praktik Salat Berjamaah

Buat kelompok untuk mempraktikkan salat fardu berjamaah. Tentukan seorang imam dan beberapa makmum. Guru mengamati ketepatan posisi, urutan gerakan, dan kedisiplinan siswa.

  • □ Imam memimpin salat dengan tertib.
  • □ Makmum menata saf dengan benar.
  • □ Makmum mengikuti gerakan imam.
  • □ Siswa menjaga ketenangan selama praktik.
  • □ Siswa menunjukkan sikap saling menghormati.

6. KESIMPULAN MATERI

  1. Wudu adalah cara bersuci dari hadas kecil dengan air suci dan menyucikan.
  2. Rukun wudu ada enam dalam mazhab Syafi'i, yaitu niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib.
  3. Wudu harus dilakukan dengan benar dan anggota yang wajib dibasuh harus terkena air secara merata.
  4. Salat fardu berjamaah dilaksanakan oleh imam dan makmum.
  5. Makmum harus mengikuti imam dan tidak mendahului gerakannya.
  6. Berwudu dengan benar dan membiasakan salat berjamaah membantu membentuk pribadi yang disiplin, bersih, dan bertanggung jawab.
🌿 Pesan hari ini:

“Aku membiasakan diri bersuci dengan benar, menjaga salat, dan mengikuti imam dengan tertib. Aku ingin menjadi anak saleh atau salehah yang disiplin dan menyayangi sesama.”

7. EVALUASI PEMAHAMAN SISWA

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan materi yang telah dipelajari.

1. Tujuan utama berwudu sebelum salat adalah ....
2. Berikut ini yang termasuk rukun wudu adalah ....
3. Salah satu hal yang membatalkan wudu adalah ....
4. Orang yang memimpin salat berjamaah disebut ....
5. Sikap makmum yang benar adalah ....
6. Salat Subuh terdiri atas .... rakaat.
7. Ketika terlambat datang ke masjid, tindakan yang benar adalah ....
8. Menghemat air saat berwudu menunjukkan sikap ....
Pilih jawaban pada setiap soal, lalu tekan “Periksa Jawaban”.

Pertanyaan Uraian

  1. Sebutkan enam rukun wudu secara berurutan!
  2. Jelaskan tiga sunah wudu!
  3. Sebutkan tiga hal yang membatalkan wudu!
  4. Jelaskan perbedaan imam dan makmum!
  5. Mengapa kita tidak boleh mendahului gerakan imam?

8. REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Renungkan pengalaman belajarmu dan pilih pernyataan yang sesuai.

  • □ Saya dapat menjelaskan pengertian wudu.
  • □ Saya dapat menyebutkan enam rukun wudu.
  • □ Saya dapat mempraktikkan wudu dengan tertib.
  • □ Saya dapat membedakan imam dan makmum.
  • □ Saya dapat mengikuti gerakan imam dengan benar.
  • □ Saya akan membiasakan salat fardu tepat waktu.

Hal yang paling saya pahami:

....................................................................................

Hal yang masih perlu saya pelajari:

....................................................................................

Kebiasaan baik yang akan saya lakukan mulai hari ini:

....................................................................................

Komentar